Tahap ini merupakan langkah terakhir pengisian BKU (Mencatat Pembelanjaan Barang dan Jasa). Setelah selesai mengisi detail pembelanjaan barang dan jasa, Anda perlu mengonfirmasi pembelanjaan yang di lakukan di SIPLah atau di luar SIPLah untuk mencatat Perhitungan Pajak.

Anda dapat menambah dan memilih pengenaan pajak yang sesuai dengan pembelanjaan satuan pendidikan saat teridentifikasi menjadi objek pajak. Anda juga dapat memilih lebih dari 1 jenis pajak.

Belanja di SIPLah

Penting! Untuk pembelanjaan yang dilakukan di dalam SIPLah, maka pajak otomatis terhitung dan Anda tidak perlu melaporkannya. Sesuai regulasi, ketentuan wajib lapor sudah dilakukan oleh Mitra atau Penyedia SIPLah.

 

PajakBelanjaSIPLah1.png

PPN INTEGRASI ARKAS.jpg

1. Berikut informasi Perhitungan Pajak yang muncul atas pembelanjaan yang dilakukan di SIPLah. Anda juga dapat mencocokkan informasi tersebut melalui SIPLah. Namun, sesuai peraturan yang wajib melaporkan pajaknya adalah Mitra SIPLah. Pajak yang dapat di edit, hanya berlaku untuk pajak yang tertera nominal pajaknya. Jika nominal PPN tidak muncul, maka opsi edit nominal tidak akan muncul. Selanjutnya, klik Simpan

2. Berhasil! Pencatatan realisasi belanja satu Kegiatan melalui SIPLah berhasil dilakukan sehingga muncul dalam lembar BKU dan Pajak Wajib Lapor tertulis Rp0

2.png

Catatan! Pada pembelanjaan di SIPLah, kolom pencatatan Pajak Wajib Lapor akan otomatis terbilang 0.

 

 

Belanja di Luar SIPLah

Pada bagian perhitungan pajak, pembelanjaan yang dilakukan di luar SIPLah dikategorikan sebagai pembelanjaan yang pajaknya wajib dilaporkan oleh satuan pendidikan. 

NON INTEGRASI 1.png

1. Abaikan kotak apabila pembelanjaan Anda lakukan di luar SIPLah

Apabila pembelanjaan teridentifikasi sebagai pembelanjaan makan atau minum dan tercatat sebagai objek pajak, maka satuan pendidikan diminta untuk memilih pajak yang sesuai dengan konteks pembelanjaan, dan dapat memilih lebih dari 1 jenis pajak.

2.  Satuan pendidikan dapat memasukan jumlah PPN sesuai dengan nominal PPN pada invoice SIPLah. Pastikan nominal yang dimasukan tidak melebihi total transaksi.

3.  Pastikan memilih jenis pajak dan memasukan nominal pajak sesuai dengan invoice SIPLah. Kolom pajak tidak bisa berisi Rp 0.

4. Klik Simpan apabila data yang Anda masukkan telah sesuai

5. Pencatatan pajak pada BKU berhasil. Terdapat kotak berwarna kuning sebagai penanda bahwa data kegiatan Anda telah berhasil dimasukkan dan kolom Pajak Wajib Lapor berisi nominal Pajak yang perlu Anda laporkan

Pajak 

Catatan! Pada tahap ini, terdapat pajak yang sudah ditetapkan oleh sistem sesuai dengan peraturan yang berlaku. Namun, ada juga beberapa rekening belanja yang pengenaan pajaknya disesuaikan dengan kondisi satuan pendidikan, sehingga satuan pendidikan diharuskan untuk menentukan jenis pajak yang dikenakan atas belanja tersebut dengan memilih dan menambahkan Pajak yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

 

Belanja di Luar SIPLah dengan Nilai Transaksi Sebelum PPN: ≤ Rp2.000.000

Untuk nominal transaksi pembelanjaan di luar SIPLah sesuai dengan PMK No. 59 Tahun 2022, jika satuan pendidikan belanja barang dan/atau jasa dengan nilai transaksi sebelum PPN ≤ Rp 2.000.000, maka tidak ada PPN terutang (satuan pendidikan tidak memungut PPN). Satuan pendidikan hanya perlu mencatat invoice atas belanja tersebut di dalam BKU. Apabila pada invoice tercantum nilai PPN, maka satuan pendidikan hanya perlu mencatat PPN-nya saja di BKU tanpa harus memungut, menyetor, dan melaporkan sebagaimana ketika satuan pendidikan berbelanja dengan nilai sebelum PPN diatas Rp2.000.000.

Pajak BelanjaKurdar2juta1.png

1. Pada detail pembelanjaan Perhitungan Pajak belanja di luar SIPLah, Kegiatan dengan nilai transaksi sebelum PPN ≤ Rp2.000.000, tidak akan muncul informasi mengenai pajak

2. Klik Simpan apabila data yang Anda masukkan telah sesuai

3. Pencatatan Anda telah muncul di lembar BKU bulan berjalan, dan kolom Pajak Wajib Lapor Anda tertulis Rp0 karena satuan pendidikan tidak perlu memungut PPN (PPN tidak terutang)

Pajak BelanjaKurdar2juta2.png

 

 

Belanja di Luar SIPLah dengan Nilai Transaksi Sebelum PPN:  Rp2.000.000

Pajak Belanja Luar SIPLah1.png

1. Jika Anda belanja di luar SIPLah abaikan kotak ini. Namun, untuk pembelanjaan di SIPLah dan tidak memiliki koneksi internet atau belum mencentang pembelanjaan SIPLah saat awal pengisian, silakan centang kotak ini

2. Akan muncul jenis pajak yang sesuai dengan pembelanjaan berdasarkan rekomendasi sistem

3. Jika terdapat pengenaan pajak lain, maka Klik +Tambah Pajak, dan pilih jenis pajak yang sesuai dengan peraturan yang berlaku di wilayah satuan pendidikan Anda

4. Klik Hapus jika ingin menghapus pengenaan pajak yang telah dipilih

5. Klik Simpan apabila data yang Anda masukkan telah sesuai

6-9.png

6. Pencatatan pada BKU berhasil. Terdapat kotak berwarna kuning sebagai penanda bahwa data kegiatan Anda telah berhasil dimasukkan dalam BKU sebagai tahap awal pelaporan

7. Pada pembelanjaan di luar SIPLah dengan nilai transaksi sebelum PPN:  >Rp2.000.000, kolom pencatatan Pajak Wajib Lapor akan terisi sesuai ketentuan (bukan Rp0). Satuan pendidikan wajib memungut PPN

8. Nominal pada kolom Sudah Dibelanjakan merupakan refleksi dari seluruh nominal yang sudah dibelanjakan satuan pendidikan dan sudah dicatat ke dalam BKU bulan berkaitan

9. Klik Hapus BKU jika Anda ingin menghapus BKU satu bulan berkaitan. Tombol Hapus BKU aktif karena terdapat pembelanjaan yang telah dicatat dalam BKU

 

Pada pembelanjaan di luar SIPLah dengan nilai transaksi sebelum PPN: Rp 2.000.000, kolom pencatatan Pajak Wajib Lapor akan terisi (bukan 0) karena satuan pendidikan wajib memungut PPN (PPN terutang).

Catatan: Anda dapat menghapus pengenaan pajak pada rekening belanja apapun. Pilih pengenaan pajak yang ingin dihapus dan klik Hapus seperti gambar dibawah ini. 

Hapus Pajak.png

 

 

 

Tanya Jawab Seputar Mencatat Perhitungan Pajak (Belanja di SIPLah dan di luar SIPLah) 

Saya melakukan pencatatan pajak pada ARKAS 4 untuk pembelanjaan dengan nilai transaksi sebelum PPN: ≥ Rp 2.000.000 namun nominal pajaknya tidak muncul. Apa yang harus saya lakukan?

Jika Anda berbelanja di luar SIPLah dengan nilai transaksi sebelum PPN: ≥ Rp 2.000.000 namun nominal pajak Anda tidak muncul  di ARKAS 4 untuk sementara ini Anda dapat melakukan hal berikut ini: 

  1. Anda dapat melanjutkan melakukan penatausahaan di ARKAS 4 tanpa melakukan pembaruan (update) aplikasi dengan cara berikut ini:
  1. Jika pembelanjaan Anda pada invoice diantara Rp 2.000.000 - Rp 2.219.999 dan invoice tersebut belum termasuk PPN maka Anda dapat menuliskan pembelanjaan non SIPLah di ARKAS 4 cukup dengan nominal invoice + nominal pajak 11% dari invoice. 

Contoh : Jika pada Invoice tercantum Rp 2.046.000 maka yang ditulis pada pembelanjaan ARKAS 4 adalah 2.271.061 (ini perhitungan dari 2.046.000 (Harga pada invoice) +225.060 (PPN 11%)) 

  1. Di ARKAS 4 untuk pembelanjaan diatas 2.219.999 Anda dapat menemukan opsi penambahan pajak PPN 11%. Anda dapat menambahkan PPN jika invoice Anda sudah termasuk pajak. 
Sebelumnya
Selanjutnya
10088934587801

Komentar

0 comments

Please sign in to leave a comment.

Powered by Zendesk